You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
DKI Akan Tanam 18.000 Batang Cabai di Cingair
photo Ilustrasi - Beritajakarta.id

18.000 Pohon Cabai Segera Ditanam

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menanam 18.000 pohon cabai di Ciangir, Tangerang. Penanaman ini dilakukan untuk mengatasi harga cabai yang fluktuatif, terutama karena kurangnya pasokan.

Penanaman 18.000 pohon cabai menggunakan media polybag. Saat ini dalam tahap pembibitan

Kepala Biro Perekonomian DKI Jakarta, Sri Haryati mengatakan, dalam waktu dekat Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) segera melakukan penanaman cabai. Lahan yang akan digunakan seluas 1 hektar. 

PD Pasar Jaya Diminta Cari Tambahan Suplai Cabai

"Penanaman 18.000 pohon cabai menggunakan media polybag. Saat ini dalam tahap pembibitan," kata Sri, Sabtu (7/1).

Menurut Sri, lahan yang digunakan merupakan aset milik Pemprov DKI Jakarta. Sebelum digunakan keperluan lain, lahan dimanfaatkan terlebih dahulu untuk pertanian. Terlebih, pasokan cabai ke Jakarta seringkali berkurang dan berdampak pada kenaikan harga.

"Seperti sekarang saja, harga cabai merah sudah menembus Rp 150 ribu per kilogram. Kalau ini berhasil tentu bisa menambah pasokan," ucapnya.

Sri menambahkan, langkah lain juga dilakukan diantaranya dengan melibatkan peran serta masyarakat. Setiap satu keluarga diberikan empat pohon cabai siap tanam. 

"Di Jakarta Pusat sudah berhasil, satu pohon bisa menghasilkan 600-800 ons cabai. Ini sudah lumayan sekali," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Aksi Pelecehan Agama

    access_time11-08-2026 remove_red_eye11518 personDessy Suciati
  2. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1352 personAnita Karyati
  3. Transjakarta Siapkan Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu Tahun Depan

    access_time12-08-2026 remove_red_eye1304 personFakhrizal Fakhri
  4. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1287 personFakhrizal Fakhri
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye998 personBudhi Firmansyah Surapati