You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
photo Doc - Beritajakarta.id

Basuki: Bus Patah Karena Jalan Bergelombang

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Thajaja Purnama menduga patahnya bus Transjakarta koridor XI (Kampung Melayu-Pulogebang) di Jatinegara, Jakarta Timur akibat banyaknya jalur Transjakarta yang bergelombang.

Makanya saya bilang ke Dinas Pekerjaan Umum, bus itu jalannya tidak boleh bergelombang. Karena bus panjang itu kan ada sambungannya

"Makanya saya bilang ke Dinas Pekerjaan Umum, bus itu jalannya tidak boleh bergelombang. Karena bus panjang itu kan ada sambungannya. Kalau dia ngayun, mau jenis apapun pasti patah," kata Basuki di Balaikota, Kamis (7/8).

Bus Transjakarta Gandeng Terlepas

Dikatakan Basuki, jika kondisi jalan bergelombang, bus sebagus apapun bisa mengalami kerusakan. Kendati demikian, pihaknya masih akan melakukan kajian terlebih dahulu penyebab patahnya bus Transjakarta. Karena bisa juga disebabkan karena kondisi bus yang tidak baik.

"Yang bagus saja bisa patah, apa lagi yang tidak bagus. Sementara karena jalan, tapi bisa juga karena kondisi busnya. Makanya saya bilang merek yang tidak terkenal di dunia kita tidak tahu kelemahannya dimana," kata mantan Bupati Belitung Timur ini.

Dia mencontohkan pengadaan bus tingkat wisata yang telah dibeli oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI  yang bermerek Wei Chai dengan harga Rp 3,3 miliar. Sementara salah satu perusahaan swasta berniat menyumbang bus serupa dengan merek Mercedes Benz seharga Rp 2,8 miliar, ditambah kontrak service senilai Rp 1,4 miliar.

Menurut Basuki, meski terdapat perbedaan harga, namun pihak Mercedes Benz memberikan garansi selama tujuh tahun. Sementara jika bus dari merek Wei Chai tidak mendapatkan garansi.  "Ini tambah Rp 1,4 miliar dapat garansi 7 tahun. Artinya kamu lebih baik mahal sedikit tapi dapat garansi. Dari pada 1-2 tahun sudah patah," tegasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5037 personNurito
  2. Hari Pertama JRF 2026, Kualitas Udara Jakarta Lebih Nyaman

    access_time24-10-2026 remove_red_eye1803 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Lahan Tidur di Cijantung Jadi Taman Interaktif Diapresiasi Warga

    access_time23-10-2026 remove_red_eye1751 personNurito
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye1535 personFakhrizal Fakhri
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1522 personAnita Karyati