You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Waduk Ciawi-Sukamahi Kurangi 13 Persen Debit Air Ciliwung
photo Reza Hapiz - Beritajakarta.id

Waduk Ciawi-Sukamahi Bantu Kurangi Debit Air Ciliwung

Pembangunan Waduk Ciawi dan Sukamahi di wilayah Bogor, Jawa Barat ditargetkan bisa mengurangi debit air di Sungai Ciliwung. Pembebasan lahan kedua waduk tersebut hingga kini tengah dikebut Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC).

Kami perkirakan kedua waduk ini bisa mereduksi air yang mengalir ke Sungai Ciliwung hingga 13 persen

Kepala BBWSCC, Teuku Iskandar mengatakan, pembangunan kedua waduk ini akan membantu mengurangi debit air dari Bendung Katulampa ke Sungai Ciliwung.  

"Kami perkirakan kedua waduk ini bisa mereduksi air yang mengalir ke Sungai Ciliwung hingga 13 persen," ujarnya di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (30/5).

Pembebasan Lahan Waduk Ciawi-Sukamahi Diambil Alih Pemerintah Pusat

Ditambahkan Iskandar, berdasarkan hasil rapat bersama, pembangunan kedua waduk tersebut saat ini diambil alih jajarannya mulai dari pembebasan lahan maupun pembangunan fisiknya. Semula pembebasan lahan dua waduk ini dibebankan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

"Sekarang semuanya tanggung jawab pemerintah pusat. Saat ini kita sedang inventarisir lahan yang akan dibebaskan, baik di Ciawi dan Sukamahi," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. 190 Satpol PP Dikerahkan Amankan Perayaan Malam Puncak HUT Jakarta

    access_time26-06-2026 remove_red_eye1174 personFolmer
  2. Warga Hingga Wisatawan Antusias Ikuti Lomba Mancing dan Tidung Beach Run

    access_time27-06-2026 remove_red_eye1085 personAnita Karyati
  3. 1.525 Guru PPPK di Jakut dan Kepulauan Seribu Teken Perpanjangan Kontrak Kerja

    access_time01-07-2026 remove_red_eye1038 personAnita Karyati
  4. Menuju 5 Abad Jakarta, Pramono-Rano Paparkan Capaian Pembangunan Infrastruktur

    access_time27-06-2026 remove_red_eye914 personDessy Suciati
  5. Pengecoran Tanggul Dermaga Pulau Untung Jawa Capai 57 Persen

    access_time29-06-2026 remove_red_eye884 personAnita Karyati