You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
PKL di Kawasan Kota Tua Temui Wagub
photo Doc - Beritajakarta.id

PKL di Kawasan Kota Tua Temui Wagub

Pedagang kaki lima (PKL) yang biasa menggelar kegiatan usahanya di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, datang menemui Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat.

Kita akan bahas lebih lanjut agar 380 PKL itu tidak kehilangan penghasilannya

Dalam pertemuan tersebut, para PKL yang sehari-hari berjualan di Jl Kunir, Jl Bank, Jl Asemka, dan Jl Jembatan Batu mengeluhkan omzet dagangannya yang terus menurun dalam beberapa waktu terakhir.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiga Uno berjanji, untuk mencarikan solusi terbaik bagi para PKL yang meminta waktu berjualan dimajukan mulai pukul 17.00.

Penerimaan Retribusi PKL Binaan di Jakbar Capai Rp 2,64 Miliar

"Kita akan bahas lebih lanjut agar 380 PKL itu tidak kehilangan penghasilannya," kata Sandi, Senin (20/11).

Dijelaskannya, dalam pertemuan tersebut para PKL juga mengusulkan digunakannya lahan eks Jiwasraya di Jl Lada. Untuk itu, dirinya berencana segera menemui pihak konsorsium agar PKL bisa berjualan di lokasi strategis.

"Mereka ternyata dengar kabar ada rencana dibuat pasar malam di sana. Jadi, permintaan mereka ingin difasilitasi atau terakomodir di lahan tersebut," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1196 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1184 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye973 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye950 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye860 personBudhi Firmansyah Surapati