You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Antisipasi Genangan, 42 Titik Saluran Air Dikeruk
photo Nurito - Beritajakarta.id

Antisipasi Banjir, 42 Saluran Air Dikeruk

Banjir yang kerap melanda wilayah Jakarta Timur salah satunya disebabkan saluran air di wilayah tersebut dipenuhi sampah dan lumpur. 

Seluruh saluran air yang dikeruk ini berada di daerah titik rawan genangan. Ini menjadi skala prioritas kami di tahun ini

Untuk mengantisipasi terjadinya genangan dan banjir saat musim hujan yang diperkirakan tiba pada awal November mendatang, Suku Dinas Pekerjaan Umum (Sudin PU) Tata Air setempat mulai mengeruk sebanyak 42 titik saluran air yang selama ini menjadi langganan banjir. 

Ke-42 titik saluran air yang sedang dikeruk tersebut di antaranya terdapat di Jl Rusun Komarudin, Penggilingan. Kemudian di Jl Bulak Ringin, Jl SMPN 258, Jl Condet Raya di kawasan Kramatjati. Di Duren Sawit terdapat di  Jl Jeruk Raya, Jl Teluk Palu, Jl SMPN 135, Jl Mayang, Jl Pendidikan, dan Jl Wijaya Kusuma.

Saluran Irigasi Pondok Randu Dikeruk

Di kecamatan Cipayung, antara lain terdapat di Jl Mandor Hasan, Jl Bambu Kuning, Jl Munjul RW 06, Jl Kramat Ganceng, Jl Suralaya, Cilangkap, Jl Raya Setu, Jl H Karim Setu, serta sejumlah titik lainnya.

Rata-rata panjang saluran air yang tengah dikeruk antara 500–1.000 meter. Seluruh saluran air yang dikeruk ini merupakan hasil usulan warga yang dibahas dalam musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan hingga tingkat kota.

Kepala Suku Dinas PU Tata Air Jakarta Timur, Henry Dunant, mengatakan, 42 saluran air di sejumlah kecamatan yang selama ini menjadi langganan banjir tengah dikeruk. “Seluruh saluran air yang dikeruk ini berada di daerah titik rawan genangan. Ini menjadi skala prioritas kami di tahun ini. Ini sebagai antisipasi genangan saat musim hujan nanti,” ujar Henry Dunant, Selasa (21/10).

Dia menargetkan, pengerukan sampah dan lumpur di 42 saluran itu rampung pada pertengahan Desember mendatang. “Kami berharap dengan adanya program pengerukan saluran air ini, genangan akan terus berkurang saat musim hujan tiba,” ungkapnya.

Akibat sedimentasi yang terjadi, saluran air tersebut menjadi dangkal. Semula, saluran air dengan lebar 2 meter ini memiliki kedalaman 80-100 sentimeter. Namun kini telah dangkal hanya tinggal 40-an sentimeter.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Penanganan Darurat Turap Longsor di Kali Baru Capai 90 Persen

    access_time19-02-2026 remove_red_eye6108 personNurito
  2. Simak Jadwal Pendaftaran dan Verifikasi Mudik Gratis Pemprov DKI

    access_time18-02-2026 remove_red_eye3768 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Warga RW 06 Pekayon Berbagi Takjil ke Pengendara

    access_time21-02-2026 remove_red_eye2986 personNurito
  4. Ini Aturan Penyelenggaraan Usaha Pariwisata Selama Ramadan dan Idulfitri 1447 H

    access_time17-02-2026 remove_red_eye2937 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Wagub Bersilaturahmi dengan Warga di Masjid Lautze

    access_time21-02-2026 remove_red_eye1544 personFolmer