You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
 BPRD DKI Berikan SK Pembebasan PBB P2 Kepada Wakil Presiden RI Ke-11
photo Adriana Megawati - Beritajakarta.id

BPRD Berikan SK Pembebasan PBB-P2 Kepada Mantan Wapres

Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta memberikan Surat Keputusan (SK) atas pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2) kepada mantan Wakil Presiden (Wapres) RI, Boediono di kediamannya di Menteng, Jakarta Pusat.

Ini merupakan bentuk bakti kami terhadap jasa-jasa beliau

Kepala BPRD DKI Jakarta, Faisal Syafruddin mengatakan, pembebasan PBB-P2 kepada Boediono ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI atas jasa-jasanya. Hal ini juga sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 42 Tahun 2019 tentang Perluasan PBB-P2 kepada Guru, Veteran, Pahlawan Nasional, Purnawirawan TNI dan Polri, Pensiunan PNS, mantan Presiden dan Wakil Presiden.

"Ini merupakan bentuk bakti kami terhadap jasa-jasa beliau (Boediono, red). Kebijakan ini diharapkan dapat meringankan pensiunan dalam pembayaran PBB-P2," ujarnya di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (21/8).

Perolehan PBB P2 Kecamatan Cilincing Lampaui Target

Sementara itu, mantan Wakil Presiden RI, Boediono menyambut baik adanya Pergub Nomor 42 Tahun 2019. Pergub ini dapat meringankan para pensiun untuk membayar PBB P2.

"Ini menunjukan apresiasi Pemprov kepada mereka yang telah menyumbangkan apapun. Sangat baik bagi mereka yang sudah pensiun," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Aksi Pelecehan Agama

    access_time11-08-2026 remove_red_eye12349 personDessy Suciati
  2. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1370 personAnita Karyati
  3. Transjakarta Siapkan Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu Tahun Depan

    access_time12-08-2026 remove_red_eye1352 personFakhrizal Fakhri
  4. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1309 personFakhrizal Fakhri
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye1015 personBudhi Firmansyah Surapati