You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
pasar cipulir
photo Rio Sandiputra - Beritajakarta.id

Banjir Lumpuhkan Aktivitas Pasar Cipulir

Luapan Kali Pesanggrahan kembali melumpuhkan aktivitas Pasar Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Ketinggian air di area pasar tekstil terbesar di Jakarta Selatan itu mencapai  30-100 sentimeter.

Dari sekitar pukul 04.00 air mulai naik. Lalu perlahan masuk ke pasar

"Dari sekitar pukul 04.00 air mulai naik. Lalu perlahan masuk ke pasar," ucap Herman (30), salah satu pegawai toko celana jeans, Jumat (3/4).

Dikatakan Herman, dirinya sudah diminta berjaga oleh pemilik toko karena semalam hujan cukup deras dan lama. Sehingga kemungkinan air di Kali Pesanggrahan akan meluap. "Pas jelang subuh air mulai naik. Langsung kita angkatin barang dagangan yang di bawah ke tempat lebih tinggi," ucapnya.

Kali Meluap, Pasar Cipulir Terendam Banjir

Dari pantauan beritajakarta.com, air masih cukup tinggi menggenangi toko-toko. Bahkan, hingga pukul 10.30, khusus di lantai dasar sebagian besar toko masih tutup.

Namun begitu, masih ada juga konsumen yang datang untuk mencari kebutuhan pakaian. Mereka langsung menaiki tangga yang dibuka tepat dipinggir jalan. "Saya mau beli pakaian untuk dijual. Kalau tidak dapat ya berarti besok saya juga tidak bisa dapat makan," tandas Tumini (58) salah satu pengunjung pasar.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pelajar SD di Kepulauan Seribu Ikuti Lomba Regu Prestasi Penggalang

    access_time28-08-2026 remove_red_eye1863 personAnita Karyati
  2. Peresmian LRT Rute Kelapa Gading-Manggarai Dijadwal Ulang

    access_time26-08-2026 remove_red_eye831 personDessy Suciati
  3. Tawarkan 37 Proyek Strategis, Pramono Ajak Investor Bangun Jakarta

    access_time28-08-2026 remove_red_eye748 personDessy Suciati
  4. JIF Summit 2026 Perkuat Kolaborasi dan Peluang Investasi Jakarta

    access_time28-08-2026 remove_red_eye713 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Komisi B Ingin Transportasi Kepulauan Seribu Lebih Nyaman dan Terjangkau

    access_time30-08-2026 remove_red_eye697 personFakhrizal Fakhri