You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pipa Aetra Jebol, Suplai Air Bersih 30 Ribu Pelanggan Terancam Terganggu
photo Nurito - Beritajakarta.id

Pipa di Kalimalang Jebol, 30 Liter Per Detik Air Terbuang

Jebolnya pipa sekunder milik PT Aetra di Jl Raya Inspeksi Kalimalang, Jakarta Timur, mengakibatkan kemacetan lalu lintas dari arah Jakarta menuju Bekasi hingga mencapai 3 kilometer. Diduga jebolnya pipa karena terkena alat berat proyek pelebaran Jl Raya Inspeksi Kalimalang.

Dampaknya kalau pipa trasmisi ditutup dari induknya, ya seluruh pelanggan yang mengambil dari aliran ini tidak mendapatkan air bersih. Karena induknya memang dari pipa ini

Petugas Teknisi Lapangan Bagian Valev Operasional PT Aetra, Wahudi mengatakan, kebocoran diduga terjadi pada pipa sekunder yang memiliki diameter 50 sentimeter. Pipa tersebut terhubung langsung ke pipa transmisi atau induk yang berada 6 meter di bawahnya. Pipa induk diameter 1,20 meter inilah yang menghubungkan sumber air bersih ke sejumlah wilayah di Jakarta Timur, Jakarta Utara dan Jakarta Pusat.

"Dampaknya kalau pipa trasmisi ditutup dari induknya, ya seluruh pelanggan yang mengambil dari aliran ini tidak mendapatkan air bersih. Karena induknya memang dari pipa ini," ujar Wahudi, Selasa (14/4).

Banjir dari Katulampa Akan Dibuang dengan Pipa

Sementara itu, General Manajer Strategic Bisnis Unit (SBU) PT Aetra, Azwar Amir mengatakan, sejauh ini belum diketahui sumber kebocoran pipa. Sejumlah petugas masih sibuk menggali guna mencari sumbernya. Jika tidak segera diatasi, diakuinya memang akan berdampak sangat berbahaya. Yakni tidak tersuplainya air bersih ke ribuan pelanggan di wilayah sekitarnya.

"Pipa induk ini menyuplai air bersih sebanyak 1.900 liter per detik. Jadi pasokan ke pelanggan tidak akan terganggu. Namun, bila kita matikan aliran di pipa induk ini, akan berdampak ke beberapa wilayah. Minimal ada 30 ribuan pelanggan tidak akan mendapatkan suplai air bersih," kata Azwar.

Namun, pihaknya akan mencari solusi lain, agar aliran di pipa induk ini tidak sampai dimatikan selama proses perbaikan kebocoran. Mengenai kerugian akibat kerusakan pipa, pihaknya juga belum dapat menghitungnya. Yang pasti, air bersih yang terbuang sia-sia dari kerusakan pipa itu sebanyak 30 liter per detik. Sedangkan kejadian kerusakan dan semburan air itu sendiri mulai pukul 15.10 dan sampai pukul 20.00 air masih menyembur dari pipa yang jebol terkena alat berat.

Proses perbaikan baru dilakukan di atas pukul 20.00. Sebab, pada pukul 16.00-20.00 dan pukul 05.00-09.00 merupakan jam sibuk pelanggan yang sedang menggunakan air bersih. Menurutnya, jika hanya kerusakan sedikit maka perbaikan membutuhkan waktu sekitar 2 jam. Namun jika kerusakannya parah maka proses perbaikannya butuh waktu lebih lama lagi dan aliran harus dimatikan dari induknya.

"Kita mengatasi itu bukan di saat jam sibuk, agar pelanggan juga tetap bisa menggunakan air bersih. Kami juga akan menuntut ganti rugi pada pemilik proyek pelebaran Jl Inspeksi Kalimalang ini," tegasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Bangunan Arena Padel di Kembangan Disegel

    access_time09-03-2026 remove_red_eye6836 personBudhi Firmansyah Surapati
  2. Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

    access_time12-03-2026 remove_red_eye6298 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Atasi Sampah, Pemprov DKI Usulkan Pembangunan Tiga PLTSa

    access_time12-03-2026 remove_red_eye1432 personDessy Suciati
  4. 150 Personel Gulkarmat Atasi Kebakaran di Bintaro

    access_time14-03-2026 remove_red_eye1404 personTiyo Surya Sakti
  5. Pemprov DKI Terus Upayakan Jaga Stabilitas Harga dan Stok Pangan

    access_time13-03-2026 remove_red_eye1295 personAldi Geri Lumban Tobing