You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
 Saluran di Kawasan Terminal Tanjung Priok Dikeluhkan Pengguna Jalan
photo Suriaman Panjaitan - Beritajakarta.id

Saluran Sekitar Terminal Tanjung Priok Penuh Sampah

Warga dan pejalan kaki mengeluhkan banyaknya sampah yang berada di saluran air sekitar Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara. Bau tidak sedap timbul dari saluran.

Saya bingung, kok bisa saluran ini nggak dikuras sama yang berwenang? Padahal banyak sampahnya

"Saya bingung, kok bisa saluran ini nggak dikuras sama yang berwenang? Padahal banyak sampahnya," ujar Rosmati, pengendara motor dengan nopol B 6600 PRI, Kamis (12/11).

Menurut karyawan swasta yang berkantor di Pos 9 kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, tumpukan sampah di saluran tersebut dapat memicu genangan air, saat musim penghujan tiba. "Ini saluran letaknya tidak jauh dari rel. Tentu bahaya kalau genangan terjadi, bisa terperosok jatuh yang naik motor," tuturnya.

Februari 2016, DKI Baru Bisa Putus Kontrak PT GTJ

Pantauan Beritajakarta.com, saluran dengan panjang sekitar 300 meter itu dipenuhi tumpukan sampah. Bau menyengat seperti bau pesing, begitu mengganggu pengendara serta pengguna jalan lainnya. Bahkan permukaan air pun sudah hampir setara dengan jalan.

Menanggapi hal itu, Lurah Tanjung Priok, Ma'mun mengaku belum mengetahui posisi tepat dari saluran yang dikeluhkan pengguna jalan itu.

"Saya cek dulu. Kalau itu ada, PPSU akan saya instruksikan menguras saluran tersebut," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1193 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1179 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye968 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye947 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye857 personBudhi Firmansyah Surapati