You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Penertiban Angkutan Ngetem di Depan Stasiun Kebayoran Lama Ricuh
photo Rudi Hermawan - Beritajakarta.id

Penertiban Parkir di Kebayoran Lama Ricuh

Penertiban parkir liar di depan Stasiun Kereta Kebayoran Lama, Jalan Masjid Al Huda, Jakarta Selatan ricuh. Tukang ojek yang motornya ditertibkan melawan petugas.

Tadi hanya salah paham, hanya sebentar aja. Mereka beralasan tidak terima dijadikan penyebab kemacetan

Pantauan Beritajakarta.com, kericuhan bermula saat petugas gabungan Suku Dinas Perhubungan dan Transportasi Jakarta Selatan dan kepolisian meminta tukang ojek untuk tidak memarkirkan kendaraan di bahu jalan. Namun permintaan itu ditolak dan berujung pada adu mulut.

Beruntung ketegangan antara petugas dan tukang ojek bisa langsung diredam. Sehingga kondisi tidak berkembang menjadi kerusuhan.

Operasi Lintas Jaya, 676 Kendaraan Ditindak

"Tadi hanya salah paham, hanya sebentar aja. Mereka beralasan tidak terima dijadikan penyebab kemacetan," ujar Slamet Dahlan, Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Sudinhubtrans Jakarta Selatan, Rabu (13/1).

Akhirnya, lanjut Dahlan, tukang ojek pun memindahkan motor-motor mereka dari bahu jalan tersebut.

"Mereka akhirnya memindahkan. Dari operasi tadi di Kebayoran Lama, ada tujuh mikrolet D01 yang ditertibkan dan langsung dikandangkan di Rawa Buaya," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1185 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1165 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye951 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye937 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye849 personBudhi Firmansyah Surapati