You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
3.605 Penumpang Tiba di Terminal AKAP Kampung Rambutan
photo Suparni - Beritajakarta.id

3.605 Penumpang Bus AKAP Tiba di Terminal Kampung Rambutan

Sebanyak 3.605 pengguna jasa bus antar kota antar provinsi (AKAP) sudah tiba di Terminal Kampung Rambutan hari ini, mulai pukul 00.00 hingga 09.00. Mereka tiba menggunakan 155 bus AKAP.

Puncak kedatangan di Terminal Kampung Rambutan terjadi kemarin

Kepala Terminal Bus AKAP Kampung Rambutan, Emiral August menuturkan, mayoritas penumpang berasal dari sejumlah daerah di Jawa Barat seperti, Tasikmalaya dan Garut.

"Puncak kedatangan di Terminal Kampung Rambutan terjadi kemarin. Jumlah penumpang tiba mencapai 14.359 orang," kata Emiral, Selasa (26/12).

Penumpang di Terminal Kampung Rambutan Meningkat

Dijelaskannya, untuk keberangkatan atau arus mudik Libur Natal terjadi pada Sabtu (23/12) dengan Jumlah penumpang sebanyak 10.930 dengan mayoritas tujuan sejumlah kota di Jawa Tengah.

"22 bus tambahan dikerahkan di Terminal Kampung Rambutan karena adanya lonjakan penumpang. Untuk puncak keberangkatan saat libur Natal tahun 2016 jumlah penumpang berangkat hanya 3.133 orang," terangnya.

Emiral menambahkan, kemarin, total jumlah penumpang berangkat mencapai 7.414 orang. Sedangkan, hari ini baru 2.113 penumpang dan diprediksi masih akan bertambah hingga sore nanti.

"Kami berharap kondisinya tetap kondusif dan tidak ada kejadian khusus selama arus mudik dan arus balik libur Natal dan Tahun Baru," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1186 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1169 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye954 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye940 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye850 personBudhi Firmansyah Surapati