You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pencanangan GEMA PATAS Digelar Pemkot Jakpus di TIM
photo Suparni - Beritajakarta.id

Pencanangan Gema Patas di Jakpus Digelar di TIM

Pencanangan Gerakan Masyarakat Pemasangan Tanda Batas (Gema Patas) digelar di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jalan Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat.

Melalui gerakan ini instansi pemerintah dapat memastikan batas bidang lahan

Pencanangan tersebut ditandai dengan pemasangan patok tanda batas lahan TIM Cikini yang dilakukan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jakarta Pusat.

Kepala BPN Jakarta Pusat, Ilyas Tedjo mengatakan, salah satu bagian dari kegiatan ini berupa Pendaftaran Tanah Sertifikat Lengkap (PTSL) yang di wilayah Jakarta Pusat hingga kini telah teralokasi 30 ribu bidang sertifikat.

Lurah dan Camat Diminta Sosialisasikan Gerakan Masyarakat Pemasangan Tanda Batas

"Melalui gerakan ini instansi pemerintah dapat memastikan batas bidang lahan mana yang masuk aset Pemprov DKI Jakarta," ujarnya, Selasa (2/10).

Wali Kota Jakarta Pusat, Bayu Meghantara menambahkan, pencanangan ini dipusatkan di TIM karena aset lahan tersebut belum pernah dipatok sejak era Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin. Selain di TIM, pematokan serupa juga telah dilakukan di Kelurahan Cideng dengan aset lahan seluas 200 meter persegi.

"Luas lahan sembilan hektare, kita patok agar tidak berubah karena ini menjadi aset yang tak terpisahkan," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5074 personNurito
  2. Hari Pertama JRF 2026, Kualitas Udara Jakarta Lebih Nyaman

    access_time24-10-2026 remove_red_eye1818 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Lahan Tidur di Cijantung Jadi Taman Interaktif Diapresiasi Warga

    access_time23-10-2026 remove_red_eye1760 personNurito
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye1567 personFakhrizal Fakhri
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1531 personAnita Karyati